Kamis, 12 Desember 2013

Makalah sensasi dan Persepsi


MAKALAH
SENSASI DAN PERSEPSI 

Apa itu sensasi dan persepsi? Apa perbedaan di antara keduanya? Bagaimanakah contoh dalam kehidupan yang menggambarkan sensasi dan persepsi?
A.    Sensasi
Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Sensasi (sensation)  berasal dari bahasa latin : sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek. Atau Sensasi berasal dari kata “sense” yang artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya.
Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita sebagai hasil dari kejadian di lingkungan maupun kejadian dalam diri kita, seperti temperatur tinggi, warna hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat. Definisi sensasi, fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera.
Apa pun definisi sensasi, fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indra, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu, melalui alat indralah, manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya.  

B.    Pengertian Persepsi
Ekspresi mengenal orang lain merupakan studi awal tentang persepsi. Darwin mendorong munculnya permasalahan persepsi dengan pertanyaan, “Apa ciri-ciri keputusan yang baik tentang orang lain?”[1]
Secara etimologis, persepsi atau dalam bahasa inggris perception berasal dari bahasa Latin perception: dari percipere, yang artinya menerima atau mengambil.
Persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu; sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana cara seseorang memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt, 1978). Menurut Yusuf (1991:108) menyebut persepsi sebagai “pemaknaan hasil pengamatan”. Bagi Atkinson, persepsi adalah proses saat kita mengorganisasikan dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan.[2]
Definisi lainpun menyebutkan, bahwa persepsi adalah membedakan, mengelompokkan, dan memfokuskan perhatian terhadap suatu objek rangsang. Dalam proses pengelompokkan dan membedakan ini persepsi melibatkan proses interpretasi (penafsiran) berdasarkan pengalaman terhadap suatu objek.[3]
Pareek memberikan definisi yang lebih luas, yaitu persepsi dapat didefinisikan sebagai proses menerima, menyeleksi, mengorganisasikan, mengartikan, menguji, dan memberikan reaksi kepada rangsangan pencaindra atau data.
·       Ciri-Ciri Umum Persepsi
Pengindraan terjadi dalam suatu konteks tertentu, konteks ini disebut sebagai dunia persepsi. Agar dihasilkan suatu pengindraan yang bermakna, ada ciri-ciri umum tertentu dalam dunia persepsi:
1.   Modalitas: rangsang-rangsang yang yang diterima harus sesuai dengan modalitas tiap-tiap indra, yaitu sifat sensoris dasar dan masing-masing indra
Contoh : cahaya untuk penglihatan, bau untuk penciuman, bunyi untuk pendengaran, permukaan bagi peraba dan sebagainya.
2.   Dimensi ruang: dunia persepsi mempunyai sifat ruang (dimensi ruang), kita dapat mengatakan atas bawah, tinggi rendah, luas sempit, latar depan latar belakang, dan lain-lain.
3.   Dimensi waktu: dunia persepsi mempunyai dimensi waktu seperti; cepat lambat, tua muda, dan lain-lain.

·       Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi diantaranya : Di samping faktor-faktor teknis seperti kejelasan stimulus [mis. suara yang jernih, gambar yang jelas], kekayaan sumber stimulus [mis. media multi-channel seperti audio-visual], Persepsi juga dipengaruhi bagaimana informasi / pesan / stimulus dipersepsikan.

1) Faktor Ekspektansi
Faktor ini adalah factor yang sangat dominan dari si penerima informasi sendiri. Ekspektansi ini memberikan oleh faktor-faktor psikologis. Faktor psikologis ini bahkan terkadang lebih menentukan  kerangka berpikir atau perceptual set atau mental set tertentu yang menyiapkan seseorang untuk mempersepsi dengan cara tertentu. Mental set ini dipengaruhi oleh beberapa hal.

2) Ketersediaan informasi sebelumnya
Ketiadaan informasi ketika seseorang menerima stimulus yang baru bagi dirinya akan menyebabkan kekacauan dalam mempersepsi. Oleh karena itu, dalam bidang pendidikan misalnya, ada materi pelajaran yang harus terlebih dahulu disampaikan sebelum materi tertentu. Seseorang yang datang di tengah-tengah diskusi, mungkin akan menangkap hal yang tidak tepat, lebih karena ia tidak memiliki informasi yang sama dengan peserta diskusi lainnya. Informasi juga dapat menjadi cues untuk mempersepsikan sesuatu.

3) Kebutuhan
Seseorang akan cenderung mempersepsikan sesuatu berdasarkan kebutuhannya saat itu. Contoh sederhana, seseorang akan lebih peka mencium bau masakan ketika lapar daripada orang lain yang baru saja makan.
4) Pengalaman masa lalu
Sebagai hasil dari proses belajar, pengalaman akan sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu. Contohnya seperti pengalaman yang menyakitkan ditipu oleh mantan pacar, akan mengarahkan seseorang untuk mempersepsikan orang lain yang mendekatinya dengan kecurigaan tertentu. Contoh lain yang lebih ekstrim, ada orang yang tidak bisa melihat warna merah [dia melihatnya sebagai warna gelap, entah hitam atau abu-abu tua] karena pernah menyaksikan pembunuhan. Di sisi lain, ketika seseorang memiliki pengalaman yang baik dengan bos, dia akan cenderung mempersepsikan bosnya itu sebagai orang baik, walaupun semua anak buahnya yang lain tidak senang dengan si bos.

C. Sensasi dan persepsi
Sensasi sebagai alat penerima sejumlah rangsang yang akan diteruskan ke otak. Sedangkan persepsi merupakan fungsi yang dimulai dari proses sensasi, tetapi diteruskan dengan proses mengelompokkan, mengartikan, dan mengaitkan beberapa rangsang sekaligus.[4]
Dengan begitu, proses persepsi pun lebih rumit daripada proses sensasi, karena proses ini melibatkan pemahaman dan penginterpretasian sekaligus.
Dalam ungkapan lain disebutkan, “Sensasi ialah penerimaan stimulus lewat alat indra, sedangkan persepsi adalah menafisrkan stimulus yang telah ada di dalam otak”.
Untuk membedakan yang dimaksud sensasi dan persepsi secara lebih jelas, kita bisa membandingkatn potret sebuah pemandangan dengan lukisan pemandangan. Potret itu berupa pemandangan sebagaimana yang diterima alat indra, sedangkan lukisan pemandangan bergantung pada interpretasinya pelukis. Dengan perkataan lain, mata “menerima”, sedangkan pikiran “memersepsi”.[5]

D.     Pengalaman Saya Mengenai Sensasi dan Persepsi
Saya akan memberikan contoh mengenai sensasi dan persepsi berdasarkan pengalaman pribadi saya.
  1. Semasa SMP dulu, saya pernah berkemah di Salatiga, tepatnya di Tuntang. Adapun sensasi yang saya rasakan adalah saya melihat perbukitan, pepohonan yang rimbun, merasakan hawa dingin, menghirup udara segar dan mendengar kicauan burung. Semua sensasi tersebut berdasarkan alat indera. Adapun persepsi yang saya rasakan adalah, ketika saya melihat pemandangan yang indah disana, saya merasa tenang dan fresh. Keindahan alam dan pesonanya mampu merangsang otak untuk berfikir lebih jernih. Selain itu saya juga seperti mendapat semangat dan ide-ide baru.
  2. Ketika kita melihat sebuah lukisan abstrak, maka mata akan menangkap sensasi penglihatan berupa garis, titik, warna dan pola tertentu. Dimana setelah itu, otak akan menerjemahkan, atau dengan kata lain memersepsikannya. Dimana persepsi setiap orang tentu berbeda-beda pula terhadap lukisan abstrak tersebut.

E. Daftar Pustaka
[1] Ibid, hal. 445.
[2] Ibid, hal. 446.
[3] Rahman Shaleh, Psikologi, Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam, hal.110.
[4] Abdul Rahman Shaleh, Psikologi, Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam, Kencana, Jakarta, 2008, hal.98
[5] Alex Sobur, Psikologi Umum, CV. Pustaka Setia, Bandung, 2003, hal. 472.
http://www.google.com

Minggu, 17 November 2013

^_^

aku hanyalah seorang insan biasa
yang ingin mencintaimu apa adanya
dengan segala kelebihan dan kekuranganku
aku akan berjuang untuk kebahagiaanmu
mungkin bila nanti kita bertemu
dalam mahligai keridhoan-Nya kita menyatu
seiring sejalan melewati bahtera kehidupan
saat kau telah halal menjadi milikku
aku memang bukanlah wanita yang istimewa
juga bukan wanita yang sempurna
aku hanya ingin menyempurnakan separuh agamaku
dengan mencintai dan menyayangimu
dalamnya hatiku tersimpan cinta
berkumandang rindu meresap di jiwa
sebaris doaku terucap untukmu
semoga kau tersenyum selalu di bilik penantianmu
cintaku untukmu adalah sebuah kebaikan
menjadikan dirimu untuk sebuah harapan
saat kau setia berada di sampingku
selalu mendampingi setiap langkahku
semoga akan indah waktu yang di nanti
saat cinta bertasbih dalam hatiku ini
sesejuk embun keimanan di atas daun kehidupan
aku ingin mencintaimu dalam setiap doaku
aku ingin mencintaimu dalam setiap ucapanku
aku ingin mencintaimu dalam setiap angkahku
ana uhibbuka fillah


Kamis, 02 Mei 2013

::: Surat Buat engkau Yang Disana .... ::::


Sengaja kucoretkan sebuah ungkapan jiwa.

Sengaja kuketikkan kata-kata luahan rasa.

Agar engkau tahu betapa besar rasa sayangku untukmu.
Agar engkau tahu betapa besar rasa cintaku kepadamu.
Agar engkau tahu betapa besar ketulusanku ini.
Agar engkau tahu pula aku disini selalu mengharapkan sosokmu .

Menjadi bagian dari hidupku.
Menjadi bagian dari separuh diengku.
Menjadi penopang segala gundah gulanaku.
Menjadi imam dalam keluargaku.
Menjadi bapak dari mujahid mujahidah nanti.

Wahai calon imamku...
Tahukah engkau bahwa aku yang mencintaimu dalam diamku.
Tahukah engkau bahwa aku yang merindui dengan sikapku.
Tahukah engkau bahwa aku yang menyayangimu dengan sifatku.

Aku yang selalu memikirkanmu tanpa henti.
Aku yang selalu menantimu tanpa waktu.
Aku yang selalu ingin berjumpa walau dalam bayang semu.

Calonku yang bertahta dihatiku ...

Engkaulah orang yang pertama dan terakhir dalam hidupku.
Engkaulah orang yang selalu bernaung didalam hatiku.
Engkaulah orang yang mengarahkan jalan dikala kusalah.
Engkaulah orang yang selalu membimbingku disaat hati terasa hampa.
Engkaulah orang yang menjadi Imamku dalam keluarga.
Engkaulah orang yang selalu mendidik kami kejalan-Nya.
Engkaulah orang yang menjadi tumpuan segala masalah.

Untuk itu calonku...

Jangan pernah lelah mendidik kami (istri/anak) agar menjadi yang lebih baik dan paling membahagiakan dalam hidupmu.

Jangan pernah mengeluh disaat ujian dan rintangan datang dalam rumah tangga nanti.

Aku yakin kita mampu menghadapinya dengan kelapangan kita.

Aku berharap jangan pernah berhenti mengingatkan aku.
Agar mampu menjadi istri yang mengabdikan padamu.
Agar mampu menjadi istri shalehah dan menjadi tauladan bagi oranglain.

Jangan pernah berhenti mengingatkan dalam berbuat kesalahan.
Tegurlah dan nasehatilah aku dengan kelemah lembutan yang kau punya.
Agar aku mampu merubah kejelekan dan keburukanku.

Jangan pernah berhenti mengingatkan aku dalam mendidik anak2 kita.
Jika aku telah memarahinya tepuklah pundakku.
Agar aku mampu merubah sikapku dalam mendidik mereka.

Calon imamku ...
Aku tak berharap banyak kepadamu.
Aku tak berharap lebih terhadapamu.
Cukuplah yang ada didirimu sekarang.
Bukan nanti setelah yang ada dirimu .

Ingatlah imamku.
Orang yang paling mulia mengajak makmumnya menuju kejenjang keseriusan yaitu pernikahan.

Tetapi orang yang hinakan dirinya selalu mengajak makmumnya kearah pacaran dengan dalih Ta'arufan.

Jika kau mampu untuk menjalankan sunnah nabi lakukanlah imamku.
Agar tak menjadi fitnah dunia.

Dari makmummu yang merindukan imam.

By.Halimah Az Zahra.
Hongkong,Kawloon Tong.

ALLAH Is The Greatest


Apa kau lupa ALLAH selalu mengawasimu,
Apa kau lupa dengan segala janji-janjimu,
Apa kau lupa tujuanmu di bumi,
Apa kau lupa tentang Syurga yang menunggumu
dan Neraka yang yang selalu mengincarmu,
Semoga engkau tersadar kembali,
Bahwa dunia hanya sementara,
Dan hanya tempat mencari bekal saja..

Jumat, 15 Februari 2013

Rahasia Hati


Rahasia Hati
karya : Reksita Galuh W

                                                (part 1 )

Sebait puisi yang terlantun bersama ribuan melodi nada dealova once mekel mungkin masih tidak cukup menguntai rasa hati yang entah apa dan bagaimana rasanya ini. Cinta? Ya, hanya satu sebab itu yang membuat segala kegundahan kini terjadi dalam benak gadis kecil sepertiku. Kecil? Ah tidak!! kurasa aku bukan lagi gadis kecil lugu yang manis seperti kata mereka dahulu. Bukankah saat ini aku sudah bisa mencercap apa yang mereka sebut dengan jatuh cinta, aku bahkan sudah mengerti bagaimana rasa sakit yang menjamah ketika satu rasa beribu makna itu tak mampu terungkapkan.
            “hai ta, bengong aja. “ goda clarissa yang tiba-tiba sudah ada dihadapanku.
            “siapa sih yang bengong.” Balasku dengan nada setengah meninggi.
            “kalau bukan bengong apa dong namanya? Terlalu fokus sama kerjaan??”
            “entahlah…” elakku , kemudian meninggalkan clarissa yang menatapku dengan wajah menyelidik.

Di koridor kantor kakiku terhenti. Ya! Sosok itu kini ada di hadapan mataku, tersenyum, namun bukan untukku. Menyakitkan bukan?
            :: jatuh? Ya, memang sakit rasanya. Apalagi jatuh untukmu, namun sama sekali kamu tidak mengetahui.::
Today : 09.56 am via Blackberry

Aku mencoba memalingkan degup jantungku dari tatapannya yang masih bukan untukku. Menyibukkan diri dengan BB yang sebenarnya tidak satupun yang bisa aku sibukkan darinya.
            Comment:
            Cloud Me: Hati-hati dong.
            10.04

Aku bergeming. Nama itu yang selalu saja hadir dalam setiap kata dalam curahan hatiku melalui media social. Entahlah siapa dia, yang jelas aku saat ini berharap pangeran beku lah yang mengomentari kata-kataku. Tapi itu pasti hanya mimpi! Huh..

            “darimana aja sih ta? Bos nyariin tuh.” Clarissa bersungut.
Aku bergeming dengan kata-kata clarissa. Yang ada di otakku hanyalah satu nama, satu kata, dan satu harapan. Ya! Samuel Hanggara Risky, dia yang saat ini selalu menganggu konsentrasi dan memporakporandakan pekerjaanku.
Sam adalah rekan sekantorku, bisa dibilang dia adalah senior untukku, karena aku baru dua bulan bergabung bersama teamnya di kantor yang saat ini aku tempati. Cuek, apa adanya dan misterius, mungkin itu hal yang akhirnya membuat jantungku berdegup begitu hebat saat dia ada didekatku. Cintakah namanya? Entahlah.
            “siang bu. Mencari saya?” tanyaku ketika sudah berada di ruangan bu welly, atasanku.
            “ iya. Ada yang ingin saya bicarakan denganmu.”
            “ada apa ya bu? Apakah ada kesalahan yang tanpa saya sadari sudah saya lakukan?” pertanyaan itu konstan muincul dari bibirku saat mendengar bahwa ada yang ingin bu welly bicarakan denganku. Karena itu pastilah san gat penting.
            “oo tidak. Justru saya sangat senang dengan kinerja kamu. Oleh karena itu saya harap kamu bersedia saya pindah tugaskan ke cabang baru sebagai pemegang administrasi utama.”
            “saya bu? Ibu yakin?” tanyaku meyakinkan.
            “ tentu. Saya sangat percaya dengan kamu. Dan saya sangat puas melihat kinerja kamu selama ini. Meskipun kamu merupakan karyawan baru tetapi dedikasi kamu patut diberi acungan jempol.”
            Aku tidak menjawab. Tanganku dingin, jantungku berdegup kencang. Antara rasa gugup, senang dan tidak percaya.
            “ disana nanti saya akan membentuk team baru. Sementara ini akan saya ambilkan kamu sebagai administrasi umum dan Sam sebagai penanggung jawab.” Lanjnut bu welly.
Aku masih diam. Tapi kali ini bukan karena rasa yang sama. Kali ini aku benar-benar tercengan. Nama itu masih tetap akan menghantui hari-hariku. Bahkan mungkin akan lebih banyak rasa sakit yang akan aku rasakan nantinya.
            Setengan jam berlalu. Percakapanku bersama bu welly telah usai dengan persetujuanku untuk bersedia ditempatkan di cabang baru.
            :: ternyata Tuhan tidak serta merta membiarkanku lepas dari kejaran rautmu yang menghujamku.::
Today : 14.45 via web

            Belum sempat halaman web kututup, tanpa sengaja aku membaca sebuah tautan yang menyangkut tentangku.
            :: Narista Anoora Faradisya , kau bagai lukisan yang hanya mampu kupandangi.::
Today : 13.56 via Tweetdeck

            :: hanya ingin membiarkan rasa ini ::
Today : 19.40
            Comment :
Cloud Me : kenapa hanya dibiarkan?
Narista Anoora : karena rasa ini terlalu mustahil J
Cloud Me : bukankah tidak ada yang mustahil? J
                        Rasa apakah itu sebenarnya? Cintakah??
Narista Anoora : begitulah 8)
Cloud Me : ungkapkan
Narista Anoora : hmmmppp.. itu bunuh diri namanya.

Aku menutup laman web yang lama kelamaan membuatku bosan. Namun kurasa ada yang menggelitik. Kucoba lagi menuliskan sesuatu disana.

            :: asa mungkin ada. Berharap mungkin biasa. Tapi mimpiku terlalu sakit untuk menjadi nyata ::
Tidak ada respon. Kuberanikan diri membuka profil milik Cloud Me si misterius.
            :: dia .. selalu kulihat senyum dibalik computer 12 dinding kantorku ::
Comment :
Gavara Antana : wah masbrow, sejak kapan lah dirimu itu menjadi galau seperti ini?
Cloud Me : sejak kau tendang aku dari koridor 71
Gavara Antana : ouuuuu sakit… :D
Cloud Me : liat senyumnya juga sembuh :P
Clarissa Mirabella Imout : ckckckckckck.. kuharap ketahuan. ;)
Cloud Me : caca… ssssstttt baca PM .
Narista Anoora : *thinking*


            Otakku berputar. Berfikir keras. Lantunan rahasia milik vania larissa semakin menambah desir darah yang menderas melewati nadiku. Semakin kencang dan entah mungkin tidak berbatas.
            :: saranghamnida ::
Today : 22.35 via web

Home *
Narista Anoora
:: saranghamnida ::

Wuindahnya
:: besok @ cabang baru J cihuyyyy
8comments


Gavara Antana
Besok temen plus taksirannya lengser dari 71.
Senang? Sedih?
Gua dukung loe dah. Haha
21comments

Clarissa Mirabella Imout
Haduh..
Nyeplos deh.
Ember!!!


Cloud Me
:::: I know, you think iam a luzer:::::

                                                *   *  *

            Pagi yang indah, ya ! aku berharap senyumku pagi ini pun kan seindah mentari yang mengiringiku pagi ini. Tapi entahlah, kurasa hati yang mulai tak menentu ini seakan begitu sulit untuk kuajak kompromi.
            “ hai ta, gimana disini? Lebih enak kan? Daripada di tempat lama.”
            “ ya lumayan sih mba. Setidaknya disini aku bias kembali belajar mulai dari awal lagi. Aku berharap dengan begitu aku bias memperbaiki pengetahuanku.” Sahutku sekenanya.
Mba via hanya tersenyum. Alvianianingrum, senior cantik yang berhati lembut dan baik ini lah yang senantiasa menjadi guru bagiku. Usianya memang hanya berjarak satu tahun denganku, namujn cara berfikirnya jauh jika disbanding dengan bocah ingusan sepertiku ini. Berbeda dengan mba via beda pula mba Hena, ya! Henandiar Ayu juga salah satu senior yang ditugaskan bersama dengan team baruku. Sikap dan sifatnya berbanding terbalik jika disbanding dengan mba via, ya mungkin memang manusia itu selalu diciptakan berbeda-beda.
“ oo jadi semua ini ulah Hena? Bagus. Itu artinya dia memang secara terang-terangan menentangku sebagai penanggungjawab dalam team ini.” Sam bersungut, matanya menatap tajam kearahku.
Seketika kepalaku serasa ditimpa batu yang sangat besar dan berat sehingga tidak se”cm” pun aku bias mengangkat wajahku dan menatap kearah Sam.
“ apa maunya dia? Apa mau jadi kacang yang lupa kulitnya?” lanjut Sam dengan nada yang sedikit meninggi.
“ sudah mas. Mungkin mba Hena ngga bermaksud begitu. “ sahutku lirih seperti berbicara pada diriku sendiri.
“ ya terserah dia saja lah. Yang jelas aku jadi tau siapa dia yang sebenarnya sekarang ini.”
“ iya mas. Tapi jangan sampai mas jadi jauh dengan mba Hena ya. Nanti bias-bisa aku dikira jadi provokator. Dikira aku tukang ngadu mas.” Aku memberanikan diri berbicara panjang lebar didepan sam.
“ tentu. Kamu tidak perlu takut.” Sam tersenyum, senyum yang menusuk relung ruang hampa dalam batinku.
Aku hanya bias terdiam sambil berpura-pura sibuk menulis dalam buku laporanku.
“ yasudah, aku tinggal dulu ya. “
Tanpa menunggu jawabanku Sam berlalu. Menjauh dan semakin tak terlihat oleh kedua matakku.

Narista Anoora
:: misterius ::
Today : 16.55 via Blackberry

            Tepat pukul 17.00, aku segera memberesi ruang kerja dan tugas-tugasku. Anganku sudah melayang ke bantal dan kasur empuk yang sudah melambai-lambai memanggil ragaku yang letih.

.ada yang mau mba ceritakan ke kamu. Ke taman sekarang ya.
From : mba via

Cerita apa mba?
To : mba via
Nanti juga kamu tahu. Ada hubungannya sama pertanyaanmu tempo hari.
From : mba via

Ok……..
Sending..
To : mba via


Taman kantor 17.10
            Dughhhhhh!!!!! Sakit rasanya mendengar cerita mba via. Hati dan perasaanku terasa bagai disayat-sayat sembilu berkarat. Air mata mulai diproduksi di pelupuk mataku, namun beruntung masih bias kubendung dengan tembok senyum yang npura-pura kubangun kokoh.
“ ya begitulah ta. Jadi mba dulu memang sempat dekat bdengan Sam. Sampai akhirnya semua kejadian itu membuat sam menjauh dan membenci mba seperti sekarang ini. “
“ mungkin Sam cemburu kali mba.”
“ cemburu? “
“ iya mba ,  pasti sebenarnya mas Sam itu suka sama mba. Tapi berhubung mba balikan sama mas Adhit jadi mas Sam menjauh dari mba. Tapi ya itu menurut aku sih.”
Mba via tidak menjawab. Mtanya menerawang ketempat antah berantah yang tak Nampak disana. Aku ikut terdiam. Fikirku melayang akan persaaan yang sudah bias kutebak bertepuk sebelah tangan ini. Aku menyukai Sam, sementara besar kemungkinan Sam maenaruh hati pada mba via. Huhhhh!!!

Narista Anoora
:: pupuslah sudah tiada harap.::
Today : 19.56 via web

Dua menit kemudian……

Narista Anoora
:: pupuslah sudah tiada harap ::
Comment:
Gavara Antana :
Apanya neng yang pupus?

Narista Anoora:
Daun noh bang.. J 

Clarissa ganti nama Saja :
Yang sabr bu……

Narista Anoora:
Oo sudah pasti.. J 

Gavara Antana :
Hihi…
Emangnya musim semi ya neng sekarang???  ;)

Narista Anoora :
Musiman aja kali ya bang…
Hohoho 8)

            Aku menmutup laman web yang sudah besan terus menerus aku pelototi. Mataku melengket berat dan angan-angan mimpio indah sudah senantiasa bergelayut mengelilingi alam sadarku.
“ huaaahhhhhhhh. Entahlah Sam. Aku cape hari ini.”

*** *** ***


                        Pagi begitu membuatku berantakan hari ini. Terlambat, mba via marah dan mba Hena lebih dari marah.Huhhhh
            “ gimana sih kamu ta? Udah berkali kali aku sms kamu ko ngga ada balasan?!”
            “maaf mba via. Aku ngga tahu kalau ternyata mba sms aku. Aku kesiangan mba.”
            “ hish!! Padahal aku udah berkali kali juga telepon ke kamu. Tapi ngga kamu angkat. Males banget sih jadi anak. Kamu fikir kita itu ngga bosen apa nunggu disini kelamaan?!”
Aku terdiam. Sakit rasanya mendengar kata-kata mba Hena. Tapi aku coba bersikap sewajarnya saja. Aku hanya berfikir, apa saat mba Hena berbicara seperti itu dia tidak membayangkan jika seandainya kata-kata itu diucapkan untuk dia. Sakit bukan rasanya?
Selama seharian aku sibuk mengurusi pekerjaanku. Sama sekali aku tidak mempedulikan mba via ataupun mba Hena. Bukan saja karena aku masih sangat merasa bersalah, tetapi rasa sakit yang tadi aku dapatkan belum benar-benar bias aku pulihkan.
:: teman ya ?::
Today : 12.55 via Blackberry

Ternyata bukan saja aku yang lebih banyak diam hari ini. Sam juga terlihat acuh di depan mba via dan mba Hena. Sangat acuh bahkan. Setiap kali ada yang Sam tanyakan padaku, suaranya terdengar sangat lirih. Sampai-sampai aku harus kembali mengulang bertanya ke Sam.

Ruang laporan 16.54
“Sudah makan belum ta? “
Aku hanya menoleh sedikit. Dengan raut sedikit manja aku segera menjawab.
“ belum. Sebentar lagi mungkin mas. Toh nanti juga kan aku lembur.”
“aku tinggal dulu ya.”
Aku memandangi punggung Sam yang mulai menghilang dari hadapanku. Bingung, bertanya-tanya. Ya! Belum pernah Sam bertanya tentang hal seperti itu padaku.

Kembali bersibuk dengan keyboard dan buku laporan. Bersibuk dengan bejibun rupiah dan 00000 yang begitu banyak dihadapan mata membuatku lupa waktu.
“ ini ada makanan buat kamu.” Sam meletakan sebungkus nasi tepat disamping buku laporanku.
“ buat aku? Makasi “ aku tersenyum yang segaja kububuhi gula, agar terlihat manis. Hehe
Sam tidak menyahut. Dia kembali melangkah pergi meninggalkan aku sendiri di ruangan saksi perasaan ku ini.
            :: eh dibeliin maem. Makasi J::
Today :19.07 via Blackberry