MAKALAH
SENSASI DAN PERSEPSI
Apa itu sensasi dan persepsi? Apa perbedaan di antara keduanya?
Bagaimanakah contoh dalam kehidupan yang menggambarkan sensasi dan persepsi?
A. Sensasi
Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi.
Sensasi (sensation) berasal dari bahasa latin : sensatus,
yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek. Atau Sensasi berasal dari
kata “sense” yang artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan
lingkungannya.
Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang
paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita sebagai hasil dari kejadian di
lingkungan maupun kejadian dalam diri kita, seperti temperatur tinggi, warna
hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat. Definisi sensasi, fungsi alat indera
dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Kita mengenal lima alat
indera atau pancaindera.
Apa pun definisi
sensasi, fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan sangat
penting. Melalui alat indra, manusia dapat memahami kualitas fisik
lingkungannya. Lebih dari itu, melalui alat indralah, manusia memperoleh
pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya.
B. Pengertian
Persepsi
Ekspresi mengenal orang lain merupakan studi awal tentang persepsi.
Darwin mendorong munculnya permasalahan persepsi dengan pertanyaan, “Apa ciri-ciri
keputusan yang baik tentang orang lain?”[1]
Secara etimologis, persepsi atau dalam bahasa
inggris perception berasal dari bahasa
Latin perception: dari percipere, yang artinya menerima atau
mengambil.
Persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara
seseorang melihat sesuatu; sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau
pengertian, yaitu bagaimana cara seseorang memandang atau mengartikan sesuatu
(Leavitt, 1978). Menurut Yusuf (1991:108) menyebut persepsi sebagai “pemaknaan
hasil pengamatan”. Bagi Atkinson, persepsi adalah proses saat kita
mengorganisasikan dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan.[2]
Definisi lainpun menyebutkan, bahwa persepsi adalah membedakan,
mengelompokkan, dan memfokuskan perhatian terhadap suatu objek rangsang. Dalam
proses pengelompokkan dan membedakan ini persepsi melibatkan proses
interpretasi (penafsiran) berdasarkan pengalaman terhadap suatu objek.[3]
Pareek memberikan definisi yang lebih luas, yaitu persepsi dapat
didefinisikan sebagai proses menerima, menyeleksi, mengorganisasikan,
mengartikan, menguji, dan memberikan reaksi kepada rangsangan pencaindra atau data.
·
Ciri-Ciri
Umum Persepsi
Pengindraan terjadi dalam suatu konteks tertentu, konteks ini
disebut sebagai dunia persepsi. Agar dihasilkan suatu pengindraan yang
bermakna, ada ciri-ciri umum tertentu dalam dunia persepsi:
1.
Modalitas:
rangsang-rangsang yang yang diterima harus sesuai dengan modalitas tiap-tiap
indra, yaitu sifat sensoris dasar dan masing-masing indra
Contoh : cahaya
untuk penglihatan, bau untuk penciuman, bunyi untuk pendengaran, permukaan bagi
peraba dan sebagainya.
2.
Dimensi
ruang: dunia persepsi mempunyai sifat ruang (dimensi ruang), kita dapat
mengatakan atas bawah, tinggi rendah, luas sempit, latar depan latar belakang,
dan lain-lain.
3.
Dimensi
waktu: dunia persepsi mempunyai dimensi waktu seperti; cepat lambat, tua muda,
dan lain-lain.
·
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Persepsi
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi diantaranya : Di samping
faktor-faktor teknis seperti kejelasan stimulus [mis. suara yang jernih, gambar
yang jelas], kekayaan sumber stimulus [mis. media multi-channel seperti
audio-visual], Persepsi juga dipengaruhi bagaimana informasi / pesan / stimulus
dipersepsikan.
1) Faktor Ekspektansi
Faktor ini adalah factor yang sangat dominan dari si penerima informasi
sendiri. Ekspektansi ini memberikan oleh faktor-faktor psikologis. Faktor
psikologis ini bahkan terkadang lebih menentukan kerangka berpikir
atau perceptual set atau mental set tertentu
yang menyiapkan seseorang untuk mempersepsi dengan cara tertentu. Mental set
ini dipengaruhi oleh beberapa hal.
2) Ketersediaan
informasi sebelumnya
Ketiadaan informasi ketika seseorang menerima stimulus yang baru bagi
dirinya akan menyebabkan kekacauan dalam mempersepsi. Oleh karena itu, dalam
bidang pendidikan misalnya, ada materi pelajaran yang harus terlebih dahulu
disampaikan sebelum materi tertentu. Seseorang yang datang di tengah-tengah
diskusi, mungkin akan menangkap hal yang tidak tepat, lebih karena ia tidak
memiliki informasi yang sama dengan peserta diskusi lainnya. Informasi juga
dapat menjadi cues untuk mempersepsikan sesuatu.
3) Kebutuhan
Seseorang akan cenderung mempersepsikan sesuatu berdasarkan kebutuhannya
saat itu. Contoh sederhana, seseorang akan lebih peka mencium bau masakan
ketika lapar daripada orang lain yang baru saja makan.
4) Pengalaman masa lalu
Sebagai hasil dari proses belajar, pengalaman akan sangat mempengaruhi
bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu. Contohnya seperti pengalaman yang
menyakitkan ditipu oleh mantan pacar, akan mengarahkan seseorang untuk
mempersepsikan orang lain yang mendekatinya dengan kecurigaan tertentu. Contoh
lain yang lebih ekstrim, ada orang yang tidak bisa melihat warna merah [dia
melihatnya sebagai warna gelap, entah hitam atau abu-abu tua] karena pernah
menyaksikan pembunuhan. Di sisi lain, ketika seseorang memiliki pengalaman yang
baik dengan bos, dia akan cenderung mempersepsikan bosnya itu sebagai orang
baik, walaupun semua anak buahnya yang lain tidak senang dengan si bos.
C. Sensasi dan persepsi
Sensasi sebagai alat penerima sejumlah rangsang yang akan diteruskan
ke otak. Sedangkan persepsi merupakan fungsi yang dimulai dari proses sensasi,
tetapi diteruskan dengan proses mengelompokkan, mengartikan, dan mengaitkan
beberapa rangsang sekaligus.[4]
Dengan begitu, proses persepsi pun lebih rumit daripada proses
sensasi, karena proses ini melibatkan pemahaman dan penginterpretasian
sekaligus.
Dalam ungkapan lain disebutkan, “Sensasi ialah penerimaan stimulus
lewat alat indra, sedangkan persepsi adalah menafisrkan stimulus yang telah ada
di dalam otak”.
Untuk membedakan yang dimaksud sensasi dan persepsi secara lebih
jelas, kita bisa membandingkatn potret sebuah pemandangan dengan lukisan
pemandangan. Potret itu berupa pemandangan sebagaimana yang diterima alat
indra, sedangkan lukisan pemandangan bergantung pada interpretasinya pelukis.
Dengan perkataan lain, mata “menerima”, sedangkan pikiran “memersepsi”.[5]
D.
Pengalaman Saya Mengenai Sensasi dan Persepsi
Saya akan memberikan
contoh mengenai sensasi dan persepsi berdasarkan pengalaman pribadi saya.
- Semasa SMP dulu, saya pernah berkemah di Salatiga, tepatnya di Tuntang.
Adapun sensasi yang saya rasakan adalah saya melihat perbukitan, pepohonan
yang rimbun, merasakan hawa dingin, menghirup udara segar dan mendengar
kicauan burung. Semua sensasi tersebut berdasarkan alat indera. Adapun
persepsi yang saya rasakan adalah, ketika saya melihat pemandangan yang
indah disana, saya merasa tenang dan fresh. Keindahan alam dan pesonanya
mampu merangsang otak untuk berfikir lebih jernih. Selain itu saya juga
seperti mendapat semangat dan ide-ide baru.
- Ketika kita melihat sebuah lukisan abstrak, maka mata akan menangkap
sensasi penglihatan berupa garis, titik, warna dan pola tertentu. Dimana
setelah itu, otak akan menerjemahkan, atau dengan kata lain memersepsikannya.
Dimana persepsi setiap orang tentu berbeda-beda pula terhadap lukisan
abstrak tersebut.
E. Daftar Pustaka
[4] Abdul Rahman Shaleh, Psikologi, Suatu Pengantar dalam
Perspektif Islam, Kencana, Jakarta, 2008, hal.98
http://www.google.com
